Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Sejarah Musolla Al Hidayah Sekitar Tahun 1880 di Jorong Silawai Tengah hiduplah seorang Bapak yang bernama Agus Salim. Beliau adalah seorang petani. Setiap harinya beliau bersama tetangga dan masyarakat Jorong Silawai Tengah pergi ke sawah untuk menanam, menyiangi, dan merawat padinya. Pada sore hari menjelang magrib, barulah mereka pulang bersama-sama. Rumah Pak Agus Salim ini berada di sebelah kiri jalan raya jika kita melewati jalan raya ini dari Ujung Gading ke Air Bangis. Sedangkan sawah beliau berada jauh dari rumahnya. Jika berjalan kaki, maka akan menempuh jarak lebih kurang 5 KM dari rumahnya. Jalan menuju sawah tersebut tepat di depan rumah beliau, jadi persimpanganlah di depan rumahnya, yaitu simpang tiga dari jalan raya. Simpang itu disebut jalan Banjar Alang. Di simpang tiga itu ada gubuk kecil yang ditingkan oleh empunya. Setiap hari saat pulang dari sawah, masyarakat akan mampir di gubuk itu untuk beristirahat sejenak sekaligus menunaikan shalat magrib, karena perjalanan mereka masih panjang. Sedangkan Pak Agus Salim dapat langsung melaksanakan shalat magrib di rumahnya, karena gubuk itu berseberangan dengan rumahnya. Hal itu terus berlangsung setiap hari. Hari demi hari, tahun demi tahun pun berganti, gubuk itu kian reyot, hampir roboh, sedangakan ia masih digunakan masyarakat. Suatu ketika, setelah selasai shalat magrib, Bapak Agus Salim duduk di teras rumahnya memandangi masyarakat yang satu per satu antri untuk berwudhu dan menunaikan shalat magrib. Mengingat hal itu, ia mulai berfikir untuk membangun musolla di tempat itu sebagai pengganti gubuk yang telah reyot itu,agar masyarakat tidak perlu antri lagi untuk berwudhu dan shalat magrib,bahkan masyarakat dapat melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah. Ide itu kemudian ia sampaikan kepada Bapak Qori, sahabatnya yang langsung setuju dengan ide sahabatnya itu. Mereka mulai mengumpulkan infak dan shadaqah di setiap ruamh warga Jorong Silawai Tengah dan saat shalat Jum`at di Mesjid Nurul Huda Jorong Silawai Tengah. Akhirnya musolla itu dapat dibangun dengan ukuran 6 m x 6 m, jadi pada saat itu luas bangunan musolla itu adalah 36 m 2 . Musolla itu ia beri nama musolla Al Hidayah. Kata Al Hidayah bersal dari bahasa Arab, yang artinya petunjuk. Maksud dan tujuan beliau memberikan nama ini adalah agar setiap orang yang datang ke musolla ini senantiasa memperoleh petunjuk dari Allah SWT. Saat ini, musolla itu sedang dalam pembangunan untuk diperluas menjadi 10 m x 10 m. Jadi, Luas bangunan musolla itu sekarang adalah 100 m 2 .
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..